Tips Bersosial Media Menurut Al-Quran

Sahabat AH! Mengingat akhir-akhir ini begitu massive-nya penggunaan sosial media, mimin ada tips nih buat kalian bagaimana cara menggunakan sosial media yang baik menurut Al-Quran.

  1. Gunakan Sosmed untuk Bersilaturahmi, Bukan Mencari Musuh

 

Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan antar golongan sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Hujurat ayat ke-13, Allah SWT berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Semestinya di era media sosial seperti ini persahabatan dan kekeluargaan lebih mudah dijalin. Silaturahmi adalah ajaran agama Islam yang mesti diamalkan. Kara Rasulullah: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya (kebaikannya) maka bersilaturahmilah.” HR Bukhari.

 

  1. Cek Kebenaran Suatu Kabar

 

Tidak jarang kabar simpang siur masuk ke hp kita. Tahan, jangan asal main sebar, khususnya pada kabar-kabar negatif provokatif. Mari kita cek kebenaran itu terlebih dahulu. Jika mengenal sosok-sosok yang ada di broadcast-an, segera tabayun kepada yang bersangkutan atau ke orang-orang yang mengenalnya lebih dekat. Allah SWT berfirman dalam Al-Hujurat ayat ke-enam: Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.

 

  1. Sampaikan Kebenaran Walau Satu Ayat

 

Rasulullah bersabda: “Sampaikan kebenaran walau satu ayat”. Hal ini mesti mempertimbangkan beberapa hal dan tentunya setelah melewati proses check and recheck terlebih dahulu. Jangan sampai kita menganggap kabar bohong sebagai kebenaran, lalu menjerumuskan diri kita pada jurang fitnah. Na’udzubillahi min dzalik. Jika suatu informasi itu sudah benar, maka sampaikanlah agar membawa manfaat kepada yang lain. Klik, komen, share.

 

  1. Jangan Membuat dan Menyebar Fitnah

 

Dalam sebuah ayat Al-Quran, Allah berfirman bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan (Al-Baqarah ayat 191). Untuk itu kita harus berhati-hati dalam membuat status, membuat meme, menyebar sesuatu yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Karena fitnah ini bisa membuat seseorang terzalimi. Rasulullah bersabda: “Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara.” Jika ternyata apa yang kita buat dan sebar adalah fitnah yang membuat seseorang terzalimi, kemudian ia mendoakan keburukan pada kita? Jangan sampai ya Sahabat AH.

 

  1. Berperinsip Pada Praduga Tak Bersalah (Keadilan) dan Berkatalah yang Baik

 

Seringkali dijumpai di sosmed seseorang menghujat orang lain yang dianggap bersalah dengan kata-kata makian. Karena ada dua dosa yang ditanggung: dosa menghukumi tanpa bukti dan dosa memaki. Di surat Al-Hujurat ayat ke-enam Allah berfirman: Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian. Terkait praduga tidak bersalah, di ayat yang lain Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa” (Al-Hujurat ayat 12). Lebih-lebih jika yang dihujat dan fitnah adalah orang beriman.“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (Al-Ahzab ayat 58).